Day 3 : [Materi] Teknik Pengendalian Proses dengan Distributed Control System Part I (introduction)

Bontang, 11 Juni 2009

@ Home

Temen-temen, mulai sekarang cerita KP gw akan di bagi menjadi 2, bagian 1 menceritakan ttg KP [materi] dan satunya ttg kehidupan di Bontang [kuliner], so Enjoy aja !!!

[MATERI]

Teknik Pengendalian Proses dengan Distributed Control System Part I (introduction)

by Ryvo Octaviano (PT.Pupuk Kalimatan Timur)

Sistem pengendali otomatis sudah sejak lama diterapkan pada proses-proses di dunia industri. Berbagai teknik pengendalian digunakan untuk meredam gangguan, menjamin kestabilan, dan keamanan pengoperasian serta meningkatkan efisiensi kerja. Di masa ini sistem kendali tersebut banyak diterapkan dengan menggunakan Distributed Control System (DCS). DCS banyak memberikan fasilitas dan kemudahan untuk implementasi sistem pengendalian maupun dalam pengontrolan dan monitoring proses. Sebelum membahas mengenai DCS, ada baiknya kita juga mempelajari mengenai hal dasar dalam sistem kontrol. Pembahasan meliputi dinamika proses, control loop, pengendali Proportional (P), Integral (I), dan Derivative (D).

DCS (Distributed Control System) adalah sebuah perangkat sistem otomatis untuk pabrik dalam sekala besar. Alat ini digunakan untuk memudahkan operator untuk memantau kondisi pabrik. Selain itu alat ini dapat diganakan sebagai warning system dan mengambil tindakan pertama bila terjadi kejadi khusus. DCS merupakan sistem kontrol yang mampu menghimpun (mengakuisisi) data dari lapangan dan memutuskan akan diapakan data tersebut, secara singkat DCS -> ambil/baca data + lakukan pengontrolan berdasar data tersebut. Data-data yang telah diakuisisi (diperoleh) dari lapangan bisa disimpan untuk rekaman atau keperluan-keperluan masa datang, atau digunakan dalam proses-proses saat itu juga, atau bisa juga, digabung dengan data-data dari bagian lain proses, untuk kontrol lajutan dari proses yang bersangkutan.1

1

Terdiri dari apa sajakah DCS itu?

1. Operation Console

Alat ini mirip monitor komputer. Digunakan untuk memberikan informasi umpan balik tentang apa yang sedang dikerjakan atau dilakukan dalam pabrik, selain itu juga bisa menampilkan perintah yang diberikan pada sistem kontrol. Melalui konsol ini juga, operator memberikan perintah pada instrumen-instrumen di lapangan.

2. Engineering Station

Ini adalah stasion2 untuk para teknisi yang digunakan untuk mengkonfigurasi sistem dan juga mengimplementasi algoritma pengontrolan.

3. History Module

Alat ini mirip dengan harddisk pada komputer. Alat ini digunakan untuk menyimpan konfigurasi DC dan juga konfigurasi semua titik di pabrik. Alat ini juga bisa digunakan untuk menyimpan berkas-berkas grafik yang ditampilkan di konsol dan banyak sistem saat ini mampu menyimpan data-data operasional pabrik.

4. Data Historian

Biasanya berupa perangkat lunak yang digunakan untuk menyimpan variabel2 proses, set point dan nilai-nilai keluaran. Perangkat lunak ini memiliki kemammpuan laju scan yang tinggi dibandingkan History Module.

5. Control Modules

Ini seperti otaknya DCS. Disinilah fungsi-fungsi kontrol dijalankan, seperti kontrol PID, kontrol pembandingan, kontrol rasio, operasi-operasi aritmatika sederhana maupun kompensasi dinamik. Saat ini sudah ada peralatan modul kontrol yang lebih canggih dengan kemampuan yang lebih luas.

6. I/O

Bagian ini digunakan untuk menangani masukan dan luaran dari DCS. Masukan dan luaran tersebut bisa analog, bisa juga digital. Masukan/luaran digital seperti sinyal-sinyal ON/OFF atau Start/Stop. Kebanyakan dari pengukuran proses dan luaran terkontrol merupakan jenis analog. 1

2

(1) Agfi staff

[KULINER]

Setelah bosen hanya mencari bahan dan browsing doang di perpustakaan hingga akhirnya membuat materi introduksi seperti di atas, akhirnya kami memutuskan untuk pulang kerja duluan, hehe…3x (kaburrr). Hari ini jadwal kami nggak olahraga karena udah 2 hari kita jogging + renang. So agenda hari ini adalah jalan-jalan sore keliling Bontang sambil cari tempat nongkrong asiik.

Sore itu kami mampir ke suatu daerah bernama Bontang Kuala di dekat pelabuhan. Nah di sini kalo ga salah inget ada tempat makan gorengan yg paling enak di Bontang. Ternyata bener, warung tersebut masih ada. Namanya “BASTINO”. kalo di bandingkan harga di Jawa emang cukup mahal karena 1 buah gorengan (tempe, tahu, ote2, pisang) harganya Rp 1.250,- Terus kami juga mesen Es SUSU, enak banget deh.. Maknyusss, hehe

Nah Bontang adalah kota di deket laut, sayang sekali kalo mampir ke Bontang tapi ga pernah nyicipin yang namanya Kepiting. Dibandingkan di Jakarta yang harganya > 200 ribu untuk 1 porsi ukuran jumbo. Kalo di Bontang harga 1 porsi kepiting jumbo cukup murah, terus enak lagi. Bayangkan aja capit kepitingnya sebesar telapak tangan kalian dan harganya cuma Rp 60 ribu . memang Maknyusss. Top markotop dah !! hehe..3x

Inii dia skrinsut kepitingnya :

1
4

Stay Cool and Gaul Kawan, wkwkwkwk !!