KP di Chevron Part 2 (Versi Ai. Hoho)

Okeh, walaupun Kiki udah posting, gw merasa perlu ngepost lagi tentang KP di Chevron Pacific Indonesia (untuk selanjutnya gw sebut CPI aja ya). Karena… udah tau lah ya, yang namanya Kiki Rizki tuh nggak bisa 100% dipercaya. Hehehe. Lagian kayaknya selama ini kita lupa menceritakan esensi dari KP: ilmunya. ^^

(warning: post ini berpotensi kepanjangan dan membosankan)

Seperti yang udah gw sebutin di post gw yang pertama, sebenernya kita apply ke sini dengan mengajukan proposal bertema “mikrokontroler untuk aplikasi penyampaian pesan keselamatan otomatis melalui radio trunking”. Kita dapet topik ini dari hasil email2an sama Pak A (ikut2an sok2 inisial😛 ), alumnus elektronika ITB yang sekarang kerja sebagai IT engineer di CPI.

Ternyata, menurut sang pembimbing kita, Pak E, dulu CPI emang punya rencana bikin aplikasi pesan otomatis ini, tapi nggak jadi karena dinilai bakal terlalu membebani traffic radio.

Jadilah kita KP tanpa mengantongi topik. Nah lo nah lo.

Akhirnya Pak E ikut pusing cari2 topik buat KP kita. Makanya beliau menyuruh kita pergi ke sini ke situ… ketemu Pak ini ketemu Pak itu… buat liat2 pekerjaan para engineer di CPI, dan tanya2 tentang apa aja yang kita pengen tau. Akibat negatifnya, kita di sini jadi lebih mirip company visit daripada kerja praktek. Hehehe. Akibat positifnya, kita jadi belajar banyak banget, hal2 di luar elektronika (pelajaran moral: di CPI sama sekali nggak ada kerjaan yang berhubungan dengan elektronika T.T ), bahkan di luar Teknik Elektro.

Nih beberapa hal yang kita pelajari selama KP di CPI:

  • proses produksi minyak bumi: mulai dari jenis pompa yang dipakai, karakteristik minyak yang dihasilkan (misalnya, minyak dari Duri tuh beda dengan minyak dari Minas. Minyak dari Duri lebih murah karena lebih banyak pengotornya), injeksi uap dan air panas, sampe gimana minyak itu dialirkan melalui pipa dari Duri ke pelabuhan di Dumai (jarak Duri-Dumai tuh kayak Jakarta-Bandung lo!). Kita juga sempet ngeliat langsung oil field di Duri dan Bekasap. ^^
  • well (well = sumur minyak) monitoring: akhirnya jadi topik KP kita. Ntar gw jelasin.
  • radio trunking: jadi semua komunikasi di CPI di seluruh site-nya (Rumbai, Duri, Dumai, Minas, dll) yang berhubungan dengan pengiriman data well sampe transportasi (taxi) dilakukan melalui sistem radio trunking. Anak telkom mungkin lebih ngerti ya. Untuk sistem radio trunkingnya, CPI pake suatu aplikasi bernama SmartZone, keluaran Motorola. Dengan SmartZone ini seluruh komunikasi radio bisa diamati.
  • firewall dan data security: ini adalah bagian dari kerjaannya Pak E yang akhirnya diassign ke gw sama Kiki. Merecover password firewall Cisco PIX501 adalah tugas pertama kita di sini (kemungkinan menjadi tugas satu2nya -_-), dan berhasil diselesaikan si Kiki dalam 2 hari. Abis itu kita ngapain dong? Gw juga belum tau. Ada 4 firewall yang di-recover passwordnya, dan ternyata 1 firewall tuh harganya 10 juta. Jadi yang barusan kita oprek tuh nilainya 40 juta. Hayo lo Ki, tadi diapain???
  • aspek bisnis: kita diceritain sejarah perusahaan, gimana hubungan CPI dengan vendor2nya, gimana kontrak kerja CPI dengan BPMIGAS (bagi hasilnya rumit banget. Beda lapisan tanah persentasenya beda. Parah), kondisi umum dunia perminyakan di Indonesia… macem2 deh.
  • dan lain2: mulai dari tips and trick wawancara kerja, kehidupan karyawan CPI, HES (health, environment, safety)… petuah2 berguna lah. ^^

Di akhir minggu pertama, Pak E memutuskan bahwa topik KP kita adalah “PCN Well Monitoring”. PCN sendiri adalah singkatan dari Process Control Network. Topik ini bisa dibilang nggak ada sangkut-pautnya dengan elka. Ini sih sebenernya jatahnya anak telkom, kendali, komputer, bahkan power.

Well monitoring itu… gimana ya jelasinnya. Gw juga belum begitu ngerti sih. Hehehe.

Yah, namanya juga perusahaan minyak, asetnya yang paling berharga ya sumur2 minyaknya (FYI, CPI adalah perusahaan minyak terbesar di Indonesia, memproduksi hampir 50% minyak bumi di Indonesia, dengan rate produksi tahun 2007 sekitar 500.000 barrel per hari). Misalkan satu sumur minyak bisa memproduksi 20 barrel per hari, dengan mengasumsikan harga minyak 90 dollar per barrel, berarti nilai produksinya kan kasarnya 20 juta rupiah per hari. Kalau ada masalah di sumur itu, gawat dong. Nah, di sinilah pentingnya well monitoring.

Jadi, di dalam setiap sumur minyak, selain ada controller untuk mengatur nyala/matinya pompa, dipasang alat yang memonitor suhu dan tekanan. CPI pengennya, data itu bisa diamati dari kantor, supaya nggak harus capek2 ke field untuk mendeteksi masalah di well. Makanya di dalam well juga ada RTU (Remote Terminal Unit), sehingga bisa komunikasi. Data dari RTU (yang isinya tentang status well) ditransmisikan melalui radio ke MTU (Master Terminal Unit), yang letaknya ada di EOR (Enhanced Oil Recovery, ada di field juga). Data kemudian disimpan di server. Server terhubung ke jaringan internet CPI melalui protokol TCP/IP, jadi bisa diakses dari kantor. Untuk keamanan data, dipasang firewall deh. Jadi enak, engineer2 di sini cukup mengamati komputer aja untuk tau keadaan sumur2 minyak kayak gimana. Sistem ini bisa mereduksi biaya produksi sampai 9% (karena mengeliminasi kebutuhan diterjunkannya engineer langsung ke field).

Intinya SCADA kan ya? Mungkin kalau soal SCADA, anak power atau kendali lebih ngerti.

Oh ya, ada satu hal yang pengen gw highlight. Engineer2 di CPI tuh baik2 banget. Semuanya friendly dan bersedia ngejelasin ke kita tentang pekerjaan mereka sampe sejelas-jelasnya. Padahal anak2 KP kan cuma ngerepotin doang. Pokoknya Bapak2 di sini hebat2 lah. Apalagi pembimbing kita, Pak E itu. Beliau adalah lulusan Teknik Elektro salah satu universitas negeri di Depok (ehm. UI lah ya. Apa lagi?😛 ). Orangnya santai dan gaul, tapi ngerti banget tentang CPI dari A sampai Z. Skill ke-teknik-annya juga super oke. Ditanya apa aja beliau bisa jawab. Wuih.

Errr… udah deh segitu aja. Tuh kan kepanjangan. Maapkan saya. T.T