Cerita KaPe-nya Joice part-2

Well, melihat banyak pertanyaan pada part 1. Baiklah, saya akan menceritakan beberapa hal di sini…

Masalah makanan… terjamin abis… secara, tempat tinggal, sport hall (basket, tenis meja, banyakan badminton sih), fitness center, swimming pool, library yang banyak novel nya, shopping aja ada. Apalagi yang namanya makanan… ada western, ada indonesian, mo ngambil sebanyak2nya juga bisa, pokoknya terjamin beut dah. Kalian bakal merindukan mie instant di sini. Yang ngurusin itu perusahaan privatisasi namanya Pangansari. Even, mo kerja di Grasberg ato di Underground disiapin makanan. Prinsipnya aja karyawan adalah sumberdaya terpenting. Kalo sakit, ke hospital gratis ma obat2nya. Hospital ini dikelola oleh International SOS (ISOS). Tiap tahun pasti ada MedCheck, bahkan untuk yang kerja di Underground dua kali setahun. Jadi kesehatan dan kekenyangan karyawan bener2 terjamin.

Kalo mo liat foto2nya, ntar deh di fesbuk aja. Di sini, banyak sekali edelweiss… kalo di Tembagapura kayaknya gak. Tapi mulai dari mil 74 sampai ke GBT grasberg ato dan main surface nya banyak beut. Kalo masalah dingin. Mmmm…. ma Tembagapura aja Bandung kalah. Tembagapura itu kayak Lembang pagi2 ato menjelang malam kali ya. Kalo Grasberg….lebih gila dinginnya secara sekitar 3800 ato 3900 m dpl. Musti pake baju berlapis2…

Honestly, dari gw orok mpe sekarang gw gak pernah liat orang pake koteka. Secara koteka itu adanya di Wamena. FYI, gw besarnya di Jayapura dan sekarang eike di Tembagapura.

Mengenai pekerjaan, di sini saya kerja di departement MIS (Management Information System). MIS ini ada di lowland juga di highland. Highland aja ada di Grasberg, ada di Tembagapura. Saya di Grasberg bagian Network. Sering saya ikut staff di sini pergi meninjau network2 di tempat2 lain. Barusan saya dari Surabaya, di kantor Geotech. FYI, di Grasberg ini tempat2nya dinamai nama2 tempat/ kota di Indonesia. Ex, Toraja, Manado, Blitar, Jayapura, Kwamki, Toba, dll.

Dalam masa KP ini, saya mempelajari Manajemen VLAN. Adapun network di sini menjadi role mode daerah lain seperti Jakarta, Singapura, dll. Oh ia, topiknya agak loncat2 nih. Rumah2 dini mirip dengan rumah2 bule2 sono. Luarnya sih sederhana, biasa banged. tapi dalamnya keren abis, interiornya baguslah. Kalo abrak, kamarnya enak2 aja, selalu dibersihin oelh cleaning service. Rumah2 itu dibagi berdasarkan level staf di sini, rumah staf level 1 tentu saja berbeda dengan level 2.

Di Hidden Valley maupun Tembagapura, ada coffee shop. Ada restoran di Tembagapura namanya Lupa Lelah. Biasanya dikunjungi oleh expat. Just for Fany: blueberry cheese cake nya enak lho….

Udara di sini sangat bersih. Paling yang memproduksi polusi cuma light vehicle dan bus kalo di Tembagapura. Kalo di main surface, tambah haul truck deh. Kalo 74, tambah polusi pabrik deh tapi haul truck nya gak ada. Daerah 74 ini adalah daerah untuk concentrating di mana ore diolah. Haul truck ada macam2 jenisnya. Yang paling besar untuk caterpillar adalah 797. Katanya di sini ada 12 buah. Jari2 bannya aja sama dengan tinggi orang dewasa. jadi, kalo ngelindas LV, gak kerasa. Biasanya, dari Tembagapura ke Grasberg saya naik LV (nebeng ma staff). Kalo tidak, saya naik bis ke 74. Dari 74 ini saya naik Trem ke Grasberg. Trem ini ya biasa, kereta gantung. Pemandangannya? gila abis apalagi kalo baru mo bergerak, kek naik kora2 gitu.

Advertisements